Informasi Cara Berhenti Donasi UNICEF Indonesia

Banyak masyarakat telah bergabung menjadi donatur UNICEF, namun beberapa dari mereka merasa perlu berhenti memberikan donasi atau sumbangan kepada Unicef? Banyak alasan, namun menghentikan sumbangan adalah hak para donatur, entah apa itu alasannya, karena sifat dari donasi adalah sukarela, tanpa paksaan dan tanpa ikatan. Jadi wajar jika mereka ingin tahu cara berhenti donasi Unicef yang benar.

Informasi Cara Berhenti Donasi UNICEF Indonesia


Sebelumnya perlu diketahui bahwa cara berhenti donasi Unicef ini hanya berlaku untuk para donatur rutin dimana donasi diberikan setiap bulan melalui pembayaran kartu kredit. Jadi setiap bulan akan ditagihkan secara otomatis (auto debit) lewat kartu kredit. Untuk donatur sekali, nggak perlu membaca cara ini.

Cara Berhenti Donasi Unicef

Sebenarnya cara berhenti donasi Unicef untuk para donatur di Indonesia sangat mudah, malah lebih mudah daripada saat mendaftar sebagai donatur karena mengharuskan mengisi data lengkap sebagai data base. Namun, proses permohonan berhenti cukup melalui layanan telepon yang disediakan Unicef. Selain itu ada cara lain yaitu lewat email.

Jadi ada dua cara berhenti donasi Unicef yang dapat dilakukan, yaitu:
  1. Menghubungi layanan donatur di nomor (021) 8066 2100 pada jam operasional kantor Senin-Jumat pukul 09.00 – 17.00 WIB.
  2. Kirim Email ke ids.donorlove@unicef.org untuk mengajukan permohonan pemberhentian donasi.
Bagaimanapun juga, untuk membatalkan auto debit kartu kredit harus dilakukan oleh pihak penerima yaitu Unicef. Itu aturan perbankan. Jika tidak sumbangan akan berjalan terus. Oleh karena itu, apapun alasan untuk menghentikan donasi, akan dilayani dan dihargai Unicef.

Jadi sudah tahu cara berhenti donasi Unicef? Sangat mudah. Meskipun tidak memberikan donasi rutin lagi, namun masih ada cara lain yaitu dengan donasi satu kali untuk masa depan anak-anak Indonesia.

Perlu diketahui juga bahwa sebagian besar kegiatan UNICEF berada di lapangan, dengan staf yang bekerja di lebih dari 190 negara dan wilayah. Lebih dari 200 kantor perwakilan negara membawa misi UNICEF melalui program-program pembangunan yang bekerja sama dengan pemerintah di negara tersebut. Tujuh kantor regional memberikan pendampingan teknis yang dibutuhkan kepada kantor perwakilan negara.



Info Cara Berhenti Donasi UNICEF Indonesia

Pamekasan School Fair 2019

Pamekasan School Fair 2019 remi dibuka oleh Wakil Bupati Pamekasan, Raja'e di Lapangan Nagara Bhakti kompleks Mandhepa Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Senin (14/10/2019) malam.

Pamekasan School Fair 2019
sumber gambar: https://beritajatim.com


Pembukaan Pamekasan School Fair dan Bursa Buku menjadi program pembuka dalam berbagai rangkaian acara memeriahkan Hari Jadi (Harjad) Ke-489 Kabupaten Pamekasan. Sekaligus menggali nilai budaya lokal, guna melestarikan berbagai budaya dengan orientasi mengembangkan rasa percaya diri dengan tatanan budaya yang ada.

Pamekasan School Fair dan Bursa Buku, terdapat sekitar 73 stand yang berjejer rapi di area lapangan Mandhepa Agung Ronggosukowati dari berbagai lembaga pendidikan. Mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Stand Perguruan Tinggi di Pamekasan, antara lain Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bhakti Bangsa Pamekasan, serta Universitas Madura (UNIRA) Pamekasan.

Selain itu terdapat sejumlah stand OPD (Organisasi Perangkat Daerah)  yang mempromosikan berbagai program hingga produk andalan.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan dampak luar biasa, salah satunya demi menanamkan aura positif bagi generasi mendatang. Kegiatan harus dijadikan sebagai tradisi di tahun-tahun yang akan datang dengan perubahan dan perkembangan. Salah satunya melalui aspek inovasi dari berbagai potensi yang dipamerkan dan tentunya dengan kemasan baru dan berbeda pula.

Rangkaian Hari jadi Ke-489 Pamekasan


Kegiatan rangkaian Hari jadi Ke-489 Pamekasan, nantinya akan digelar sebanyak 15 program selama Oktober 2019, serta sebanyak tujuh program pada edisi November 2019.

Rangkaian program Harjad Ke-489 Pamekasan selama Oktober 2019

Pamekasan School Fair, Jambore Pemuda Daerah Tingkat Jatim, Festival Budaya Madura, Mekkasan Matoron Arghe, Gebyar Batik Pamekasan Hebat, East Java Climbing Sportaiment, Madura Eksotic Carnival, Seminar International, Malam Kemilau Madura, Gebyar Kolosal 489 Tari Topeng Gettak, Madura Music Daul Fertival, Pekan Budaya Madura, Pamekasan Drumband Carnival, serta Haul Ronggosukowati.

Rangkaian program Harjad Ke-489 selama November 2019

Lomba PBB Pasukan 8, Kirab Budaya Madura, Run 13K se Jawa Timur, Sinergitas Trail Adventure, Upacara dan Rapat Paripurna, Pesta Rakyat Pamekasan Hebat, serta Gerak Jalan Tradisional Palapa. 


Pamekasan School Fair 2019

Benahi Dulu Siswa di Sekolah Dasar

Sebagus apapun program sertifikasi, jika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Dasar (SD) tidak berorientasi kepada output, hasilnya tidak akan memuaskan. Sebaliknya, jika di SD sudah benar, maka dapat dipastikan di jenjang berikutnya pun niscaya akan lancar.

Benahi Dulu Siswa di Sekolah Dasar


Semua tujuan pendidikan yang pernah dicantumkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, mengisyaratkan kehendak adanya perubahan pada diri siswa setelah menempuh pendidikan.

Macam perubahan itu, meningkat seiring dengan jenjang pendidikan yang ada. Adapun perubahan yang diinginkan ada pada diri siswa adalah dalam bentuk kecerdasan, ketakwaan, dan keterampilan. Untuk mencapai itu, tentu saja pendidiknya pun harus yang cerdas, takwa, dan juga terampil.

Jika guru, apakah Ia menempatkan diri sebagai pendidik atau sebagai pengajar tidak cerdas, tidak takwa, dan tidak terampil, masih bisakah pendidikan disebut sebagai usaha sadar?

Bisa jadi masih bisa disebut demikian. Tapi, kesadaran yang ada ialah “sadar bahwa tujuan cerdas, takwa, dan terampil itu tidak akan tercapai.” Bahkan bisa dikatakan “telah tidak tercapai.”

Maka dari itu, hasil pendidikan sebagai usaha sadar setiap pendidik hendaklah tercermin dalam diri siswa. Dengan kata lain, hasil yang ingin dilihat ialah “siswa yang cerdas-siswa yang takwa-siswa yang terampil.”

Mari menengok ke belakang sebagai perbandingan. Jika 50 tahun yang lalu seorang siswa kelas 2 tidak hafal perkalian, maka bisa dipastikan Ia tidak akan naik kelas.

Namun sekarang, bisa di survei bahwa banyak siswa yang tidak hafal perkalian, telah bisa duduk nyaman bahkan di kelas 6.

Jika 50 tahun yang lalu siswa kelas 1 belum bisa membaca, maka bisa dipastikan tidak naik kelas. Namun sekarang, malah banyak anak kelas 6 yang kepandaian membacanya masih sangat menyedihkan.

Dari fakta diatas kita bisa mengevaluasi lebih jauh. Pentingnya Mutu Sekolah Dasar. Walaupun usaha perbaikan pendidikan terus dilakukan, namun hasilnya tidak menjadi lebih baik bahkan dibandingkan 50 tahun yang lalu. 

Karena, semakin ke sini usaha perbaikan pendidikan hanya melulu ditujukan kepada peningkatan mutu guru. Lewat penataran, diklat, seminar, kuliah, dll.

Di tengah situasi seperti itu, jika kita semua masih berkata bahwa dunia pendidikan kita sudah maju, alangkah dustanya kita. Kita seakan mengejar masa lalu orang lain.

Benahi dulu pendidikan dasar, jangan bikin guru stress dengan administrasi kelas. Periksa siswanya, jangan periksa administrasinya, atau sederhanakan administrasi kelasnya.


Benahi Dulu Siswa di Sekolah Dasar

Guru Asing Akan Latih Guru Lokal

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengungkapkan gagasan untuk "mengimpor" guru dari luar negeri mengajar di Indonesia.

Guru Asing Akan Latih Guru Lokal

Pernyataan itu menuai kontroversi karena guru dari luar negeri itu dianggap menggantikan peran guru mengajar di kelas, padahal maksudnya untuk mengajar para guru atau instruktur.

“Kita ajak guru dari luar negeri untuk mengajari ilmu-ilmu yang dibutuhkan di Indonesia,” kata Puan saat menghadiri diskusi Musrenbangnas di Jakarta, Kamis 9/5/19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan yang dimaksud Menko Puan bukan “mengimpor” melainkan “mengundang” guru atau instruktur luar negeri untuk program Training of Trainers atau ToT.

Guru yang didatangkan dari luar negeri bertujuan untuk melatih guru-guru maupun instruktur yang ada di Tanah Air.

“Salah satu pertimbangan Menko PMK Puan Maharani dengan mendatangkan instruktur atau guru dari luar negeri untuk meningkatkan kemahiran instruktur atau guru Indonesia. Juga bisa lebih efisien dari pada mengirim instruktur atau guru Indonesia ke luar negeri,” ujar Mendikbud di Jakarta, Minggu 12/5/2019.

Instruktur luar negeri itu tidak hanya untuk sekolah tetapi juga untuk lembaga pelatihan yang berada di kementerian lain, misalnya Balai Latihan Kerja atau BLK.

“Sasaran utamanya adalah untuk peningkatan kapasitas pembelajaran vokasi di SMK juga pembelajaran science, technology, engineering and mathematics (STEM),” tambah Muhadjir Effendy.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengirimkan sebanyak 1.200 guru ke luar negeri untuk mendapatkan pelatihan selama tiga minggu.

“Mereka ini akan dikirim ke sejumlah negara untuk meningkatkan kompetensinya. Durasinya paling sedikit tiga minggu di luar negeri,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy usai melepas 1.200 guru ke luar negeri di Jakarta, Rabu 8/5/19.

Dia menambahkan pendanaan dari guru-guru tersebut berasal dari dana Lembaga Pengelola dana Pendidikan (LPDP) dan Kemendikbud. Para guru tersebut belajar mengenai pedagogik di sejumlah negara itu.

Sejumlah negara yang menjadi tujuan ialah Finlandia, Korea, Jerman, Jepang, Prancis, Singapura, China, Rumania, dan Hong Kong.

Tahapan Pengembangan Jenjang Karir PNS

Sebelum seseorang diangkat sebagai PNS maka terlebih dahulu statusnya adalah sebagai Calon PNS (CPNS). Walau masih berstatus CPNS kepadanya secara otomatis telah memiliki pangkat dan jabatan yang telah ditentukan sesuai formasi yang dibutuhkan, dengan catatan pangkat dan jabatan dalam level terendah sesuai dengan jenjang pendidikan atau ijazah yang dimiliki.

Tahapan Pengembangan Jenjang Karir PNS

Bentuk pengembangan karir PNS

Bentuk pengembangan karir Pegawai Negeri Sipil (PNS) diberikan melalui beberapa tahapan yang telah ditentukan, seperti pendidikan dan pelatihan; kenaikan pangkat; dan promosi jabatan. Ketiga pola pengembangan karir tersebut bisa saling berhubungan dan keterkaitan satu dengan lainnya. Berikut penjelasannya:

1. Pendidikan dan Pelatihan PNS

Pendidikan dan pelatihan (diklat) boleh dikatakan merupakan langkah awal bagi PNS dalam menapaki jenjang karirnya. Untuk meningkatkan kemampuan PNS maka kepada mereka diberikan hak untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) jabatan PNS. 

Secara umum jenis diklat terdiri dari Diklat Prajabatan dan Diklat Dalam Jabatan. Aturan mengenai diklat tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan PNS, dengan dasar pertimbangan bahwa untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik diperlukan sumber daya manusia aparatur yang memiliki kompetensi jabatan dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan.

Mengikuti diklat sangat berperan dalam pengembangan karir PNS, terutama Diklat Dalam Jabatan yang tujuannya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap PNS agar dapat melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan dengan sebaik-baiknya. Diklat Dalam Jabatan terdiri dari tiga jenis, yaitu: Diklat Kepemimpinan, Diklat Fungsional dan Diklat Teknis. Pengembangan Profesi Berkelanjutan Melalui Program Diklat Guru

Sedangkan bagi PNS yang ingin mengembangkan karir dalam jabatan fungsional, harus terlebih dahulu mengikuti diklat fungsional. Diklat fungsional dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi yang sesuai dengan jenis dan jenjang jabatan fungsional tertentu, seperti guru, audit, peneliti dan sebagainya. Sedangkan untuk peningkatan kompetensi teknis yang diperlukan untuk pelaksanaan tugasnya, maka kepada PNS diberikan sarana peningkatan kemampuan berupa diklat teknis.

2. Kenaikan Pangkat PNS

Pola karir lain yang diberikan kepada PNS adalah kenaikan pangkat, yang merupakan bentuk penghargaan kepada PNS untuk lebih meningkatkan prestasi kerja dan pengabdiannya kepada negara. 

Kenaikan pangkat merupakan hak bersyarat bagi PNS. Yang dimaksud dengan hak bersyarat adalah bahwa PNS berhak memperoleh kenaikan pangkat secara reguler namun ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi, seperti batas pangkat tertinggi yang dapat dicapai, jabatan yang diduduki, tidak terkena hukuman disiplin terkait kenaikan pangkat, dan lain-lain.

Kenaikan pangkat pilihan merupakan ajang bagi para PNS dalam pengembangan karirnya. Dengan menduduki jabatan tertentu pangkat seorang PNS dapat melebihi batas maksimal sesuai jenjang pendidikannya. 

Seorang PNS dengan pendidikan S1 misalnya, dimana batas kenaikan pangkat maksimal adalah III/d, bisa saja meraih pangkat sampai IV/b bahkan IV/e apabila dia bisa menduduki jabatan struktural eselon III, II dan I. Demikian pula apabila mampu menduduki jabatan fungsional sampai level Ahli Madya sampai Ahli Utama.

3. Promosi Jabatan PNS

Promosi jabatan merupakan bagian dari pengembangan karir seorang PNS. Mengacu kepada Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) menyebutkan bahwa jabatan ASN terdiri atas Jabatan Administrasi; Jabatan Fungsional; dan Jabatan Pimpinan Tinggi.

Jabatan Administrasi terdiri atas: jabatan administrator; jabatan pengawas; jabatan pelaksana. Jabatan administrator setara dengan jabatan struktural eselon III, sedangkan jabatan pengawas dapat disetarakan dengan jabatan struktural eselon IV. Sementara jabatan pelaksana disetarakan dengan jabatan struktural eselon V dan fungsional umum.

Jabatan Fungsional adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu. Jabatan Fungsional terdiri dari beberapa rumpun jabatan, seperti guru, dosen, dokter, auditor dan sebagainya. Jenis jebatan fungsional yang ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Untuk dipromosikan menduduki jabatan-jabatan tersebut di atas harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan, seperti tingkat kepangkatan, pendidikan, kompetensi yang dimiliki, pengalaman jabatan dan sebagainya. Khusus untuk jabatan fungsional, kenaikan jenjang jabatan berkaitan erat dengan persyaratan kelulusan diklat sertifikasi serta perolehan angka kredit.

Sumber lengkap: Pengembangan Karir Pegawai Negeri Sipil (PNS)


Tahapan Pengembangan Jenjang Karir PNS

Pentingnya Mutu Sekolah Dasar

Sebagai satu bentuk satuan pendidikan dasar, sekolah dasar merupakan satuan pendidikan yang paling penting keberadaannya. Setiap orang mengakui bahwa tanpa menyelesaikan pendidikan pada sekolah dasar atau sederajat, secara formal seseorang tidak mungkin dapat mengikuti pendidikan di SLTP. 

Pentingnya Mutu Sekolah Dasar

Mutu Sekolah Dasar itu Penting


Berikut ini diuraikan pentingnya sekolah dasar dalam perspektif yuridis, teoretik, dan global.

1. Perspektif Yuridis

Apabila didasarkan pada PP Nomor 28 tahun 1990, khususnya pasal 3, paling tidak ada dua fungsi sekolah dasar. Pertama, melalui sekolah dasar anak didik dibekali kemampuan dasar. Kedua, sekolah dasar merupakan satuan pendidikan yang memberikan dasar-dasar untuk mengikuti pendidikan pada jenjang berikutnya.

2. Perspektif Teoritik

Pengaruh pendidikan sekolah dasar terhadap pendidikan pada jenjang berikutnya juga pernah disinggung oleh para teoretisi pendidikan, Stoops dan Johnson (1967), yaitu bahwa pendidikan di sekolah dasar merupakan dasar dari semua pendidikan. Keberhasilan seorang anak didik mengikuti pendidikan di sekolah menengah dan perguruan tinggi sangat ditentukan oleh keberhasilannya dalam mengikuti pendidikan di sekolah dasar. 

3. Perspektif Global

Besarnya peranan pendidikan di sekolah dasar sangat disadari oleh semua Negara di dunia dengan semakin meningkatnya investasi pemerintah pada sector tersebut dari tahun ke tahun. Beberapa informasi yang dipaparkan berikut ini merupakan bukti tentang hal tersebut.
  • Data yang dikeluarkan oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) tahun 1988 menunjukan bahwa investasi pemerintah, terutama di negara-negara Arab, Asia dan Amerika Latin, untuk pendidikan dasarnya terus meningkat sejak tahun 1960
  • Di Negara-negara yang taraf pertumbuhan ekonominya tinggi pembangunan di bidang pendidikannya juga dimulai dengan dari pendidikan dasar.
  • Begitu pula di Thailand, pembangunan di bidang pendidikannya ditekankan pada peningkatan mutu pendidikan dasarnya. Hal tersebut dapat dilihat dari pengelokasikan anggaran di Negara tersebut.

Bagaimana Mutu Sekolah Dasar di Indonesia 

Di Indonesia, ekspansi pendidikan sekolah dasar dilakukan sejak dilancarkannya beberapa instruksi presiden (Inpres) tahun 1973/1974. tidak kurang dari 3.7 trilyun rupiah telah diinvestasikan untuk pengembangan sekolah dasar, sehingga barangkali ia merupakan satu-satunya sukses pengembangan pendidikan sekolah dasar yang sangat mengagumkan tercatat dalam sejarah pendidikan di dunia. 

Melalui proyek-proyek yang diadakan atas dasar inpres tersebut, seperti :
  1. inpres pembangunan gedung sekolah dasar;
  2. inpres pengakatan guru sekolah dasar;
  3. inpres pengadaan paket buku sekolah dasar, kesempatan di perluas kepada anak usia 7-13 tahun untuk mendapatkan pendidikan.
Sedangkan secara fungsional akademik berarti seluruh perangkat sekolah dasar, seperti tenaga, kurikulum dan perangkat pendidikan lainnya harus dipersiapkan untuk mengemban misi pendidikan.


Pentingnya Mutu Sekolah Dasar

Komponen Di Sekolah Dasar (SD)

Apa saja komponen di sekolah dasar? Banyak tidaknya komponen yang dimiliki sekolah-sekolah sangat bervariasi dan sudah barang tentu berbeda antara sekolah dasar dengan sekolah dasar lainnya, baik jumlah maupun kualitasnya.

Komponen Di Sekolah Dasar (SD)


Terlepas dari jumlah dan kualitasnya, yang pasti semua komponen yang dimiliki oleh sekolah dasar merupakan masukan (input) yang secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis masukkan, yaitu masukan sumber daya manusia (human resources input), masukkan material (material input) dan masukan lingkungan sekolah (environmental input). 

Semua dikelola secara professional bagi keberhasilan belajar mengajar di sekolah dalam rangka membawa anak didik sebagai masukan mentah (raw input) sesuai Landasan Yuridis Sekolah Dasar.

Komponen Sekolah Dasar (SD)


1. Masukan SDM

Masukan sumber daya manusia (SDM) di sekolah meliputi keseluruhan personel sekolah, misalnya kepala sekolah, guru dan pesuruh. Dalam kondisi normal, personel sekolah dasar terdiri dari seorang kepala sekolah, enam orang guru kelas, seorang guru mata pelajaran pendidikan agama, seorang guru mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, dan seorang pesuruh sekolah. Jadi, secara keseluruhan terdapat sepuluh personel sekolah dasar.

2. Masukan Material

Masukan material adalah komponen instrumental yang meliputi kurukulum, dana dan segala komponen sekolah selain manusia, yang bias disebut juga dengan sarana dan prasaran sekolah. Dalam kondisi normal sarana dan prasarana sekolah terdiri atas enam ruang kelas, satu ruang kepala sekolah yang juga difungsikan sebagai ruang administrasi, prabot, buku tes, buku penunjang, buku bacaan, dan berbagai alat peraga.

3. Masukan Lingkungan

Sekolah merupakan sebuah sistem terbuka (open system) dan bukan sistem tertutup (closed input). Menurutnya sekolah itu merupakan sebuah sistem yang terkait dengan sebuah jaringan organisasi lain di luar sekolah seperti pusat pelatihan guru, badan akreditasi, kontraktor bangunan, departemen keuangan, penerbit buku, pemerintah daerah dan sebagainya. 

Sekolah dasar di Indonesia berada dalam satu jaringan organisasi, seperti masyarakat, Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3), atau Komite Sekolah atau Dewan Sekolah, Kelompok Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, organisasi profesi guru (PGRI), penerbit buku, dan departemen keuangan, keterkaitan sekolah dasar dan jaringan organisasi di luar sekolah.

4. Proses Pendidikan

Sesuai dengan namanya, komponen ini tidak berbentuk kasat mata melainkan berbentuk perangkat lunak. Yang dijabarkan dari kurikulum sekolah dasar yang berlaku. Proses pendidikan ini mencakup keseluruhan kegiatan belajar yang diikuti siswa sejak pagi sampai anak pulang dari sekolah, meliputi:
  • Upacara bendera
  • Senam pagi
  • Kegiatan kurikuler
  • Kegiatan ekstrakurikuler
  • Kegiatan pendisiplinan siswa
5. Siswa

Siswa merupakan komponen mentah. Artinya siswa dengan segala karakteristik awalnya merupakan subjek yang akan di didik melalui berbagai kegiatan pembelajaran di sekolah menjadi keluaran atau lulusan sebagaimana diharapkan.


Komponen Di Sekolah Dasar (SD)

Landasan Yuridis Sekolah Dasar (SD)

Sekolah dasar merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar yang menyelenggarakan pendidikannya selama enam tahun. Ada beberapa macam jenis sekolah dasar (SD) yang ada di Indonesia, baik itu yang diselenggarakan oleh pemerintah (negeri) maupun swasta. Jenis-jenis Sekolah Dasar.

Landasan Yuridis Sekolah Dasar


Di dalam peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 28 tahun 1990 tentang pendidikan dasar disebutkan bahwa pendidikan dasar merupakan pendidikan sembilan tahun, terdiri atas program pendidikan enam tahun di sekolah dasar dan program pendidikan tiga tahun di sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP).

Landasan Yuridis Sekolah Dasar

Di Indonesia penyelenggaraan sekolah dasar berpijak pada beberapa peraturan perundang-undangan sebagai landasan yuridis atau menurut hukum. 

Ada tiga peraturan perundang-undangan yang dijadikan landasan yuridis penyelenggaraan sekolah dasar, baik sebagai satuan pendidikan maupun dalam kerangka sistem pendidikan nasional, yaitu: 

1. Undang-Undang Dasar (UUD) 1945

Di dalam pembukaan UUD 1945 diisyaratkan bahwa upaya mencerdaskan bangsa ( tentu melalui pendidikan ) merupakan amanat bangsa. 

2 Undang-Undang republik Indonesia Nomor 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional (UUSPN)

Di dalam UUSPN ditegaskan bahwa setiap warga Negara berhak atas kesempatan yang seluas-luasnya mengikuti pendidikan agar memperoleh pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang sekurang-kurangnya setara dengan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan tamatan pendidikan dasar (bab III pasal 6).

3. Peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 28 tahun 1990 tentang pendidikan dasar (PP Nomor 28 tahun 1990) 

Di dalam PP Nomor 28 tahun 1990 ditegaskan bahwa pendidikan dasar merupakan pendidikan sembilan tahun, terdiri atas program enam tahun di sekolah dasar dan program pendidikan tiga tahun di sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP).

Di dalam buku I kurikulum pendidikan dasar tahun 1994 dijelaskan bahwa pendidikan dasar bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar pada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah.

Tujuan institusional sekolah dasar adalah sebagai bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk pendidikan menengah.


Landasan Yuridis Sekolah Dasar (SD)

Pengembangan Profesi Berkelanjutan Melalui Program Diklat Guru

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Pendidikan dan Pelatihan Guru yang selanjutnya disebut Program Diklat Guru merupakan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependikan (Ditjen GTK) dalam upaya peningkatan kompetensi guru.

Pengembangan Profesi Berkelanjutan Melalui Program Diklat Guru

Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) di seluruh Indonesia sehingga dapat diketahui kondisi objektif guru saat ini dan kebutuhan peningkatan kompetensinya.

Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru pasca UKG yang pada tahun 2016 bernama Program Guru Pembelajar, pada tahun 2017 bernama Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, dan pada tahun 2018 ini bernama Program Diklat Guru. Info Bimtek Pusdiklat Pemendagri untuk aparatur negara lainnya.

Program Diklat Guru akan menggunakan moda tatap muka. Tujuan Program Diklat Guru adalah untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Pada tahun 2018, diharapkan terjadi kenaikan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional 75.

Program Diklat Guru dilaksanakan berbasis komunitas guru dan tenaga kependidikan (komunitas GTK). Pemberdayaan komunitas GTK melalui Pusat Kegiatan Gugus/ Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) serta Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) merupakan salah satu prioritas program Ditjen GTK.

Oleh karena itu, Ditjen GTK melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi (LPPPTK KPTK), Dinas Pendidikan dan instansi publik lainnya menyelenggarakan Program Diklat Guru berbasis komunitas GTK.

Program Diklat Guru terbagai menjadi dua rancang bangun program diklat.

  1. Rancang bangun program diklat yang pertama adalah program diklat bagi guru kelas, guru mata pelajaran, dan guru bimbingan konseling yang pola peningkatan kompetensinya menggunakan acuan 10 modul Diklat dan diakhiri dengan post test. 
  2. Rancang bangun program diklat yang kedua adalah yang diberlakukan bagi guru Kejuruan (guru produktif)  atau guru kompetensi keahlian.

Pengembangan Profesi Berkelanjutan Melalui Program Diklat Guru

Tujuan dan Ruang Lingkup IPA di Sekolah Dasar (SD)

Pembelajaran IPA di sekolah dasar (SD) diharapkan bukan hanya penguasaan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja, melainkan juga merupakan suatu proses penemuan.

Tujuan dan Ruang Lingkup IPA di Sekolah Dasar (SD)

Oleh karena itu, belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA )dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran IPA di di Sekolah Dasar (SD)


Tujuan umum pembelajaran IPA  tingkat sekolah dasar (SD) adalah penguasaan peserta didik untuk memahami sains dalam konteks yang lebih luas, terutama dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan khusus yang berorientasi pada hakikat sains adalah menguasai konsep-konsep sains yang komplekatif dan bermakna bagi peserta didik melalui kegiatan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran IPA sebagai berikut:
  • Mengembangkan rasa ingin tahu dan suatu sikap positif terhadap sains, teknologi, dan masyarakat.
  • Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.
  • Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep sains yang akan bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari.
  • Mengembangkan kesadaran tentang peran dan pentingnya sains dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengalihkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman ke bidang pengajaran lain.
  • Ikut serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam. Menghargai berbagai macam bentuk ciptaan Tuhan di alam semesta ini untuk dipelajari.
  • Memperoleh bekal pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ketingkat lebih tinggi.

Ruang Lingkup IPA di Sekolah Dasar (SD)


Ruang lingkup bahan kajian IPA untuk Sekolah Dasar (SD) menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional bahwa standar kompetensi lulusan mata pelajaran IPA meliputi aspek-aspek, antara lain:
  1. Mahluk hidup dan proses kehidupan yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan interaksinya dengan lingkungan serta kesehatan.
  2. Benda, materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi cair, padat, dan gas.
  3. Energi dan perubahannya meliputi gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya, dan pesawat sederhana.
  4. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.
Berdasarkan dari beberapa tujuan dan ruang lingkup pembelajaran IPA di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya pembelajaran IPA membekali siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu, pengetahuan, meningkatkan keterampilan proses, serta kesadaran untuk menghargai alam ciptaan Tuhan, dan melestarikan lingkungan alam sekitar serta sebagai dasar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sumber: Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD)


Tujuan dan Ruang Lingkup IPA di Sekolah Dasar (SD)

Jenis Sekolah Luar Biasa (SLB)

Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah sebuah lembaga pendidikan formal yang melayani pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sebagai lembaga pendidikan SLB juga dibentuk oleh banyak unsur yang diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan sebagaimana lembaga pendidikan pada umumnya.

Jenis Sekolah Luar Biasa (SLB)

Tujuan setiap lembaga pendidikan termasuk di dalamnya Sekolah Luar Biasa merupakan suatu proses untuk mewujudkan terjadinya pembelajaran sebagai suatu proses aktualisasi potensi peserta didik menjadi kompetensi yang dapat dimanfaatkan atau digunakan dalam kehidupan.

Di Indonesia, Pendidikan Luar Biasa (PLB) dengan bentuk sekolah yang bernama Sekolah Luar Biasa (SLB) baru mendapat perhatian setelah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 yang kemudian menjadi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1954 tentang pendidikan dan pengajaran bagi anak berkelainan dan wajib belajar bagi tunanetra

Jenis Sekolah Luar Biasa 


Penyelenggaraan Sekolah Luar Biasa (SLB) semakin pesat dan secara umum juga dibebani tugas untuk melayani beberapa atau semua jenis ketunaan seperti tunanetra, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, tuna laras, dan tuna ganda.

Sekolah Luar Biasa (SLB) A

SLB A merupakan sekolah diperuntukkan anak tunanetra yang memiliki hambatan dalam indra penglihatan, sehingga strategi pembelajaran yang diberikan di sekolah ini harus mampu mendorong mereka memahami materi yang diberikan oleh para guru, seperti buku braille dan tape recorder.

Sekolah Luar Biasa (SLB) B

SLB B merupakan sekolah yang diperuntukkan bagi anak yang memiliki kekurangan dalam indra pendengaran atau tunarungu. Media pembelajaran yang diberikan di sekolah ini yakni membaca ujaran melalui gerakan bibir yang digabung dengan cued speech yaitu gerakan tangan untuk bisa melengkapi gerakan pada bibir. Selain itu, media lainnya yakni melalui pendengaran dengan alat pendengaran yaitu conchlear implant.

Sekolah Luar Biasa (SLB) C

SLB C merupakan sekolah untuk tunagrahita atau individu dengan intelegensi yang di bawah rata-rata serta tidak memiliki kemampuan adaptasi sehingga mereka perlu mendapat pembelajaran tentang bina diri dan sosialisasi. Mereka cenderung menarik diri dari lingkungan dan pergaulan.

Sekolah Luar Biasa (SLB) D

SLB D merupakan sekolah yang diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kekurangan dalam anggota tubuh mereka atau disebut tunadaksa. Pendidikan di SLB D bertujuan mengembangkan potensi diri siswa itu sendiri agar mereka bisa mandiri dan mengurusi diri mereka.

Sekolah Luar Biasa (SLB) E

SLB E merupakan sekolah diperuntukkan bagi mereka yang bertingkat tidak selaras dengan lingkungan yang ada atau biasa disebut dengan tunalaras. Mereka biasanya tidak bisa mengukur emosi serta kesulitan dalam menjalani fungsi sosialisasi. 

Sekolah Luar Biasa (SLB) G

SLB G merupakan sekolah diperuntukkan bagi tunaganda, yakni mereka yang memiliki kombinasi kelainan. Mereka biasanya kurang untuk berkomunikasi, atau bahkan tidak berkomunikasi sama sekali. Perkembangan dalam motoriknya terlambat, sehingga butuh media pembelajaran yang berbeda untuk bisa meningkatkan rasa mandiri anak tersebut.

Jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB)

Taman Kanak-kanak Luar Biasa (TKLB)
Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB)
Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB)
Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB)

Jenis Sekolah Luar Biasa (SLB)

Sumber Bahan Ajar

Sumber bahan ajar adalah sumber dimana guru dapat memperoleh bahan untuk mengajar atau proses belajar mengajar.

Sumber Bahan Ajar

Tujuan Sumber Bahan Ajar 


1. Meningkatkan produktivitas pendidikan, dengan jalan:
  • Mempercepat laju belajar dan membantu guru/dosen untuk menggunakan waktu secara lebih baik.
  • Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah belajar peserta didik.

2. Memberikan kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual dengan jalan:
  • Mengurangi control guru yang kaku dan tradisional.
  • Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya.

3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pengajaran dengan jalan:
  • Perencanaan program pendidikan yang lebih sistematis.
  • Pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.

4. Lebih memantapkan pengajaran dengan jalan:
  • Meningkatkan kemampuan manusia dengan berbagai media komunikasi.
  • Penyajian informasi dan data secara lebih konkrit.

5. Memungkinkan belajar dengan cara seketika, karena dapat mengurangi jurang pemisah antara pelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya konkrit.

6. Memungkinkan penyajian pendidikan yang lebih luas, terutama dengan adanya media massa, dengan jalan:
  • Pemanfaatan bersama secara lebih luas tenaga atau pun kejadian yang langka
  • Penyajian yang mampu membuat batas geografis.

Sebagai contoh, sumber bahan ajar dalam bentuk buku. Buku adalah sumber bahan ajar tertulis yang menyajikan ilmu pengetahuan sehingga bisa didapat berbagai bahan misalnya: hasil penelitian, hasil pengamatan, aktualisasi pengalaman, otobiografi, atau hasil imajinasi seseorang yang disebut dengan fiksi.

Ladang Bunga Matahari Jadi Tempat Wisata

Awalnya Saputra tidak pernah menyangka bahwa bunga matahari yang ditanam di lahan pertaniannya menjadi daya tarik sebagai tempat wisata oleh banyak orang terutama kaum remaja. Saputra hanya menanam bibit bunga matahari dan berharap penghasilan dari biji bunga matahari yang dijadikan camilan kuaci ketika panen.

Ladang Bunga Matahari (image: https://radarmadura.jawapos.com)
Penanaman bibit bunga matahari di lahan seluas sekitar 20x50 meter di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan itupun awalnya hanya mengikuti saran dari petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) setelah ladang pohon pisang yang ditanam banyak yang mati.

Setelah dua bulan merawat bunga matahari bersama rekannya, saat mulai bunga mulai bermekaran, terjadi pemandangan yang mengagumkan di areal ladang. Keindahan bunga matahari yang mekar diabadikan oleh masyarakat serta diunggah ke media sosial.

Foto-foto yang tersebar di medsos direspons baik oleh netizen dan pada akhirnya, banyak yang berkunjung melihat langsung keindahan bunga matahari. Saputra tidak menyangka akan menjadi spot wisata.

Menurut Azhar Arifin, 20, pengunjung asal Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep, yang dikutip dari laman radarmadura.jawapos.com, mengatakan bahwa kebun bunga matahari tersebut termasuk salah satu spot wisata yang langka. Dia berharap pemerintah harus berperan dalam proses pengembangan.

"Sangat cocok untuk anak muda. Warna kuning yang khas juga menjadi daya tarik kaum milenial. Meskipun orang tua juga bisa berswafoto di area kebun," katanya.

Kepala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifuddin mengaku senang jika masyarakat ingin bekerja sama untuk pengembangan tempat wisata. Nanti bisa langsung dengan disparbud atau melalui badan usaha milik desa (BUMDes).

"Kami menyambut baik jika pemilik lahan mau berkoordinasi dengan pemerintah," katanya.

Menurut dia, perlu tambahan wahana baru yang belum dibangun di tempat wisata lain. Tujuannya, agar pengunjung tidak bosan.

"Harus ada ciri khas di tempat wisata itu", lanjut Achmad Sjaifuddin.

Saputra pun berniat untuk memperluas kebun bunga matahari miliknya. Selain itu, akan ditambah wahana-wahana baru untuk menarik minat pengunjung. Rencananya, akan diperluas dan ditambah dengan kolam renang.


Ladang Bunga Matahari Jadi Tempat Wisata

Populer

Kategori

Artikel Baru

Pojok Redaksi

Selamat datang di website SDN Potoan Laok 1 Palengaan - Pamekasan.

Tahun baru 2019, semangat baru untuk terus belajar