Perpustakaan Desa di Pamekasan Banyak Yang Mati Suri

Data Perpustakaan Daerah (Perpusda) Perpusda Pamekasan, desa yang sudah memiliki perpusdes 88 desa. Namun, yang berjalan dan dimanfaatkan masyarakat baru 15 perpusdes. Sementara 73 perpusdes di antaranya belum aktif atau mati suri.

Perpustakaan Desa
Realisasi perpustakaan desa (perpusdes) di Pamekasan belum berjalan maksimal. Perpusdes yang sudah dibangun kurang dimanfaatkan masyarakat.

Perpustakaan Desa Mati Suri


Pustakawan Perpusda Pamekasan Kusairi mengatakan, untuk membangun perpusdes membutuhkan komitmen dari pemerintah desa (pemdes). Jika tidak, akan berpengaruh terhadap pekembangan perpusdes.

Ada beberapa faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan perpusdes. Di antaranya kurangnya dukungan dari pemerintah desa. Seperti penyediaan ruangan, sarana prasana, dan sumber daya manusia (SDM).

”Di antara perpusdes yang aktif, komitmennya sangat luar biasa. Kades mengunakan dana desa dan ADD untuk mengembangkan perpusdes,” kata dia Jumat (7/12).

Kusairi menyampaikan, dari 15 perpusdes yang aktif itu, tidak hanya melayani peminjaman buku. Kades juga memanfaatkan perpusdes untuk berkolaborasi dengan kegiatan lain. Misalnya pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK), Palang Merah Indonesia (PMI), dan posyandu.

”Seperti yang dilakukan perpusdes di Desa Pademawu Timur. Setiap ada posyandu, petugas perpusdes membawa buku ke lokasi posyandu. Jadi, ibu-ibu yang menunggu giliran bisa membaca,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Pamekasan Budi Ashari terus mendorong perpusdes agar terus berkembang. Pihaknya tidak menyerah untuk menghidupkan perpusdes yang belum dirasakan masyarakat.

”Bimbingan tetap teman-teman lakukan. Kami tetap memberikan pembinaan ke setiap perpusdes keliling,” klaimnya.

Sumber: https://radarmadura.jawapos.com/read/2018/12/08/107520/puluhan-perpustakaan-desa-mati-suri


Perpustakaan Desa Banyak Yang Mati Suri

Pembangunan Kamar Mandi / WC SDN Potoan Laok 1

Meskipun SDN Potoan Laok 1 Palenggaan Pamekasan merupakan SD inti dan berada di pinggir jalan raya, namun belum memenuhi standar mutu pendidikan terutama untuk standar sarana dan prasarana, dimana sekolah belum memiliki KM/WC (Kamar Mandi / WC) untuk guru dan siswa yang layak.

Akhirnya, setelah mengajukan permohonan, bantuan DAK untuk pembangunan KM/WC didapat dan mulai dikerjakan sekitar Agustus 2018.

Pengerjaan awal dimulai dengan pengukuran dan penggalian pondasi di lokasi yang berdekatan dengan Perpustakaan sesuai dengan petunjuk teknis.

pengerjaan awal KM/WC

pondasi KM/WC SDN POTOAN LAOK 1

Pembangunan fisik Kamar Mandi / WC SDN Potoan Laok 1

Pembangunan fisik Kamar Mandi / WC SDN Potoan Laok 1


Pembangunan fisik Kamar Mandi / WC


Pembangunan fisik Kamar Mandi / WC SDN Potoan Laok 1

Hasil akhir pengerjaan pembangunan fisik Kamar Mandi / WC SDN Potoan Laok 1

Hasil akhir pengerjaan pembangunan fisik Kamar Mandi / WC

Hasil akhir pengerjaan pembangunan fisik Kamar Mandi / WC SDN Potoan Laok 1

Peninjauan dan pemeriksaan hasil akhir oleh Dinas terkait.

Peninjauan dan pemeriksaan hasil akhir oleh Dinas terkait.





Jenis Sekolah Dasar

Pengertian Sekolah dasar adalah satuan pendidikan dasar yang menyelenggarakan pendidikan selama enam tahun yang bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar pada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah.

Jenis Sekolah Dasar
Jenis Sekolah Dasar Konvensional

Jenis Sekolah Dasar


Ada beberapa macam jenis sekolah dasar (SD) yang ada di Indonesia, baik itu yang diselenggarakan oleh pemerintah (negeri) maupun swasta. Beberapa jenis dan pengertian sekolah dasar adalah sebagai berikut.

1.  Sekolah Dasar (SD) Konvensional

SD Konvensional adalah sekolah dasar biasa, yang menyelenggarakan pendidikan enam tahun, terdiri atas enam kelas dengan enam orang guru kelas, satu guru mata pelajaran Pendidikan Agama, satu orang guru mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, satu orang kepala sekolah dan satu orang pesuruh.

2. Sekolah Dasar (SD) Percobaan

SD Percobaan adalah sekolah dasar konvensional yang menyelenggarakan pendidikan enam tahun. Hanya saja, SD percobaan ini diberi kewenangan untuk melakukan percobaan-percobaan tertentu dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar.

3. Sekolah Dasar (SD) Inti

SD inti adalah sekolah dasar konvensional yang menyelenggarakan pendidikan enam tahun, terdiri atas enam kelas dengan enam orang guru kelas, satu guru mata pelajaran Pendidikan Agama, satu orang guru mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, satu orang kepala sekolah dan satu orang pesuruh. SD inti ini dilengkapi dengan satu ruang kelompok kerja guru (KKG), satu ruang perpustakaan sekolah, dan satu ruang serbaguna.

4. Sekolah Dasar (SD) Kecil atau SD Inpres

SD Kecil atau SD Inpres awalnya adalah sekolah dasar yang pada umumnya terdapat di daerah terpencil dengan sistem pendidikan yang berbeda dengan SD konvensional. Proses belajar mengajar diselenggarakan dengan menggunakan modul, penggabungan kelas dan tutor sebaya.

5. Sekolah Dasar (SD) Satu Guru

SD Satu Guru adalah sekolah dasar yang pada umumnya terdapat di daerah terpencil. Proses belajar mengajar diselenggarakan dengan menggunakan modul, penggabungan kelas dan tutor sebaya.

6. Sekolah Dasar (SD) Pamong

SD Pamong adalah lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat, orang tua, dan guru untuk memberikan pelayanan pendidikan bagi anak putus sekolah dasar atau anak lain yang karena satu dan lain hal. Tidak dapat datang secara teratur belajar di sekolah

7. Sekolah Dasar (SD) Terpadu

SD Terpadu adalah sekolah dasar yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak normal dan penyandang cacat dan normal secara bersama-sama dengan menggunakan kurikulum sekolah dasar konvensional.

Ini adalah Jenis Sekolah Luar Biasa (SLB) yang perlu diketahui juga.


Jenis Sekolah Dasar

Populer

Kategori

Artikel Baru

Pojok Redaksi

Selamat datang di website SDN Potoan Laok 1 Palengaan - Pamekasan.