Pengertian Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia

Dasar negara merupakan alas atau fundamental yang menjadi pijakan dan mampu memberikan kekuatan kepada berdirinya sebuah negara. Negara Indonesia dibangun juga berdasarkan pada suatu landasan atau pijakan yaitu Pancasila.
Pancasila dalam fungsinya sebagai dasar negara merupakan sumber kaidah hukum yang mengatur negara.

Pancasila Dasar Negara Indonesia

Pancasila Sebagai Dasar Negara


Republik Indonesia, termasuk di dalamnya seluruh unsur-unsurnya yakni pemerintah, wilayah, dan rakyat. Pancasila dalam kedudukannya seperti inilah yang merupakan dasar pijakan penyelenggaraan negara dan seluruh kehidupan negara Republik Indonesia.

Pancasila sebagai dasar negara mempunyai arti menjadikan Pancasila sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan. Konsekuensinya adalah Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. 

Hal ini menempatkan Pancasila sebagai dasar negara yang berarti melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam semua peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, sudah seharusnya semua peraturan perundang-undangan di negara Republik Indonesia bersumber pada Pancasila.

Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia mempunyai implikasi bahwa Pancasila terikat oleh suatu kekuatan secara hukum, terikat oleh struktur kekuasaan secara formal, dan meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum yang menguasai dasar negara.

Cita-cita hukum atau suasana kebatinan tersebut terangkum di dalam empat pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar I945 di mana keempatnya sama hakikatnya dengan Pancasila. 

Empat pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut lebih lanjut terjelma ke dalam pasal Undang-Undang Dasar 1945. Barulah dari pasal Undang-Undang Dasar 1945 itu diuraikan lagi ke dalam banyak peraturan perundang-undangan lainnya, seperti misalnya ketetapan MPR, undang-undang, peraturan pemerintah, dan lain sebagainya.


Materi IPS - Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia

Penggolongan Hewan Berdasarkan Ciri-cirinya

Hewan merupakan salah satu macam makhluk hidup. Untuk memudahkan mempelajarinya, perlu dilakukan penggolongan. Penggolongan ini berdasarkan ciri-ciri yang dapat diamati.

Penggolongan Hewan

Penggolongan Hewan 


1. Penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya 

Hewan berdasarkan jenis makanannya digolongkan menjadi:

  1. Hewan pemakan tumbuhan. Hewan pemakan tumbuhan dinamakan herbivora. Herbivora ada yang makan rerumputan atau daun. Contohnya sapi dan kambing. Ada herbivora yang makan biji-bijian. Contohnya burung merpati, perkutut, dan parkit. Dan ada herbivora yang makan buah-buahan. Contohnya kelelawar, burung beo, dan burung jalak. 
  2. Hewan pemakan daging hewan lain. Hewan pemakan daging disebut karnivora. Contohnya harimau, burung elang, cecak, dan hiu
  3. Hewan pemakan segala. Hewan pemakan segala atau dinamakan omnivora. Omnivora memakan tumbuhan dan daging hewan lain. Contoh omnivora adalah ayam, bebek, dan beruang. Ayam makan jagung, padi, dan juga cacing. Beruang makan ikan dan juga dedaunan.
2. Penggolongan hewan berdasarkan tempat hidupnya 

Hewan berdasarkan tempat hidupnya digolongkan menjadi:
  1. Hewan yang hidup di darat. Hewan darat tinggal di berbagai tempat. Ada yang tinggal di permukaan tanah. Contohnya ayam, bebek, dan kucing. Ada hewan yang tinggal di dalam tanah. Contohnya semut, cacing, dan tikus. Ada juga hewan yang tinggal dekat air. Contohnya kuda nil, buaya, dan kura-kura.
  2. Hewan yang hidup di air. Ada hewan air tawar. Contohnya ikan mas, arwana, koi, dan sepat. Ada hewan air laut. Contohnya lumba-lumba, ikan paus, ikan hiu, dan anjing laut. Dan ada hewan air payau. Contohnya ikan bandeng. Air payau adalah campuran air tawar dan air laut. Air payau terdapat di dekat muara sungai atau di tepi pantai.
  3. Hewan yang hidup di darat dan di air atau amfibi. Contoh hewan amfibi adalah katak dan salamander. Katak memulai hidupnya di air. Setelah dewasa, katak mengalami perubahan. Katak dewasa hidup di darat dan di air.
3. Penggolongan hewan berdasarkan cara berkembangbiaknya

Hewan berdasarkan cara berkembangbiaknya digolongkan menjadi:
  1. Hewan melahirkan. Hewan mengandung anaknya selama beberapa waktu. Lamanya waktu mengandung setiap hewan berbeda-beda. Kemudian hewan tersebut melahirkan. Contoh hewan yang melahirkan adalah kambing, kucing, dan harimau.
  2. Hewan bertelur. Apakah kamu suka makan telur ayam? Telur ayam sebenarnya calon anak ayam. Telur dierami induknya. Kemudian telur menetas menjadi anak ayam. Contoh hewan bertelur adalah bebek, burung, cecak, ular, kura-kura, dan ikan.
4. Penggolongan hewan berdasarkan cara bergeraknya 

Hewan selalu bergerak untuk memperoleh makanannya. Cara hewan bergerak bermacam-macam digolongkan menjadi:
  1. Hewan berjalan. Hewan pejalan kaki mempunyai kaki yang kuat. Telapak kakinya dirancang khusus untuk berjalan. Contoh hewan yang berjalan adalah ayam dan unta. 
  2. Hewan melompat. Hewan melompat memiliki kaki. Kaki belakangnya panjang dan kuat. Contohnya katak, kanguru, dan kelinci.
  3. Hewan terbang. Hewan terbang dengan sayapnya. Berbagai jenis burung bergerak dengan terbang. Contoh lainnya adalah kelelawar, kupu-kupu, dan lebah.
  4. Hewan berenang. Hewan yang hidup di air pandai berenang. Mereka berenang dengan alat geraknya. Contohnya ikan berenang dengan sirip dan ekornya. Anjing laut dan penguin berenang dengan sayap dan kakinya. 
  5. Ada hewan yang bergerak dengan cara lain. Misalnya cacing dan ular. Mereka bergerak merayap dengan perutnya.
5. Penggolongan hewan berdasarkan penutup tubuhnya 

Berdasarkan penutup tubuhnya, hewan digolongkan menjadi: 
  1. Hewan berambut. Hewan memiliki rambut. Ada hewan yang berambut tebal. Contohnya kucing, kelinci, dan anjing. Ada hewan berambut tipis. Contohnya sapi, kerbau, dan tikus. Rambut berguna untuk melindungi kulit.
  2. Hewan berbulu. Contoh hewan berbulu adalah burung dan ayam. Warna bulu beraneka warna. Bulu mempunyai lapisan minyak sehingga tahan air. Bulu bebek tidak basah ketika berenang di air. Bulu juga membantu terbang. 
  3. Hewan bersisik. Contoh hewan bersisik adalah kadal, ular, dan cecak. Sisik ular membantunya bergerak melata di tanah. Sisik ikan membantunya bergerak di air. 
  4. Hewan bercangkang. Ada hewan yang dilindungi oleh cangkang. Contohnya adalah bekicot dan siput. Cangkang merupakan zat kapur yang keras. Cangkang melindungi bagian tubuh hewan yang lunak. 

Materi IPA - Penggolongan Hewan Berdasarkan Ciri-cirinya

Lagu Terima Kasihku (Guru)

Lagu Terima Kasihku ciptaan Sri Widodo ini sering dijadikan lagu pada saat perpisahan sekolah, perpisahan guru karena lirik lagunya yang penuh makna mendalam.

Berikut Lirik lagu Terima Kasihku (Guruku).


Terima Kasihku

ciptaan Sri Widodo


Terima Kasihku Ku Ucapkan

Pada Guruku Yang Tulus

Ilmu Yang Berguna Slalu Di Limpahkan

Untuk Bekalku Nanti

Setiap Hariku Di Bimbingnya

Agar Tumbuhlah Bakatku

Kan Ku Ingat Slalu Nasihat Guruku

Trima Kasihku ucapkan

Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Apa saja yang tergolong makhluk hidup? Makhluk hidup terdiri dari manusia, tumbuhan, dan hewan. Bagaimana ciri-ciri makhluk hidup itu?

Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Ciri-Ciri Makhluk Hidup


1. Makhluk Hidup Bergerak 

Semua makhluk hidup bergerak. Mereka bergerak dengan berbagai cara. Kupu-kupu bergerak dengan terbang. Ikan bergerak dengan berenang. Ular bergerak dengan merayap di tanah. Manusia dapat menggerakkan kaki dan tangannya.

Bagaimana dengan tumbuhan? Apakah tumbuhan juga bergerak? Ya, tumbuhan juga bergerak. Tumbuhan bergerak bukan karena tiupan angin. Gerakan tumbuhan tidak menyebabkan berpindah tempat. Contoh gerak tumbuhan adalah:

  • Bunga mekar. 
  • Akar tumbuh memanjang
2. Makhluk Hidup Memerlukan Makanan 

Makhluk hidup perlu makan agar tetap hidup. Makanan bermanfaat untuk:
  1. Pertumbuhan.
  2. Menghasilkan tenaga untuk bergerak. 
Manusia makan tumbuhan dan hewan. Hewan makan tumbuhan dan hewan lain. Tumbuhan juga memerlukan makanan. Tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri. Tumbuhan membuat makanannya di daun. Proses pembuatan makanan ini dinamakan fotosintesis. Bahan yang diperlukan adalah air, dan gas karbon dioksida. Fotosintesis dibantu oleh sinar matahari. Air diserap oleh akar dari tanah. Kemudian dikirim ke daun. Gas karbon dioksida diambil dari udara.

3. Makhluk Hidup Bernapas 

Semua makhluk hidup perlu bernapas. Bernapas adalah menghirup dan menghembuskan udara. Gas yang dibutuhkan tubuh hanya oksigen. Gas yang lain dikeluarkan tubuh kembali. 

Cara bernapas setiap makhluk hidup berbeda-beda. 
  • Manusia bernapas dengan paru-paru. 
  • Hewan bernafas dengan cara berbeda-beda. Ada hewan yang bernapas dengan paru-paru. Contohnya kerbau, kambing, dan burung. Ada hewan yang bernapas dengan kulit. Contohnya cacing. Ada hewan yang bernapas dengan insang. Contohnya berbagai jenis ikan. 
  • Tumbuhan juga bernapas melalui daun.
4. Makhluk Hidup Tumbuh 

Manusia tumbuh dari kecil menjadi besar. Demikian juga hewan dan tumbuhan. Semua makhluk hidup mengalami pertumbuhan. 

5. Makhluk Hidup Berkembang Biak 

Berkembang biak berarti memiliki keturunan atau anak. Makhluk hidup berkembang biak untuk melestarikan jenisnya.
  • Manusia berkembang biak dengan cara beranak. 
  • Hewan berkembang biak dengan beranak dan bertelur. Hewan yang beranak misalnya kambing dan kelinci. Contoh hewan bertelur adalah burung dan katak. 
  • Tumbuhan berkembang biak dengan dua cara yaitu: alami, contohnya dengan biji dan tunas dan buatan atau dengan bantuan manusia. Contohnya cangkok, stek, dan okulasi. 
6. Makhluk Hidup Tanggap terhadap Rangsangan 

Makhluk hidup tanggap terhadap rangsangan. Makhluk hidup akan bereaksi jika mendapat rangsangan. Tahukah kamu tumbuhan putri malu? Bagaimana jika tumbuhan putri malu disentuh? Ya, daun tumbuhan tersebut akan menutup. Ini membuktikan tumbuhan peka terhadap rangsangan.


Materi IPA Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Populer

Artikel Baru

Pojok Redaksi

Selamat datang di website SDN Potoan Laok 1 Palengaan - Pamekasan.

Keluarga Besar SDN Potoan Laok 1 mengucapkan SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 2018.

“Bersama Santri Damailah Negeri”