Sumber Bahan Ajar

Sumber bahan ajar adalah sumber dimana guru dapat memperoleh bahan untuk mengajar atau proses belajar mengajar.

Sumber Bahan Ajar

Tujuan Sumber Bahan Ajar 


1. Meningkatkan produktivitas pendidikan, dengan jalan:
  • Mempercepat laju belajar dan membantu guru/dosen untuk menggunakan waktu secara lebih baik.
  • Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah belajar peserta didik.

2. Memberikan kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual dengan jalan:
  • Mengurangi control guru yang kaku dan tradisional.
  • Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya.

3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pengajaran dengan jalan:
  • Perencanaan program pendidikan yang lebih sistematis.
  • Pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.

4. Lebih memantapkan pengajaran dengan jalan:
  • Meningkatkan kemampuan manusia dengan berbagai media komunikasi.
  • Penyajian informasi dan data secara lebih konkrit.

5. Memungkinkan belajar dengan cara seketika, karena dapat mengurangi jurang pemisah antara pelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya konkrit.

6. Memungkinkan penyajian pendidikan yang lebih luas, terutama dengan adanya media massa, dengan jalan:
  • Pemanfaatan bersama secara lebih luas tenaga atau pun kejadian yang langka
  • Penyajian yang mampu membuat batas geografis.

Sebagai contoh, sumber bahan ajar dalam bentuk buku. Buku adalah sumber bahan ajar tertulis yang menyajikan ilmu pengetahuan sehingga bisa didapat berbagai bahan misalnya: hasil penelitian, hasil pengamatan, aktualisasi pengalaman, otobiografi, atau hasil imajinasi seseorang yang disebut dengan fiksi.

Gaji Guru Pada Masa Hindia Belanda

Ingin tahu berapa gaji guru pada masa Hindia Belanda atau masa kolonial?

Gaji Guru Pada Masa Hindia Belanda


Pada masa Hindia Belanda, Departement van Onderwijs en Eredienst (Departemen Pendidikan dan Agama) merupakan lembaga yang bertanggung jawab untuk menangani dan membuat ketentuan gaji guru-guru pribumi berdasarkan atas ijazahnya.

Gaji Guru Pribumi Pada Masa Hindia Belanda


Untuk lulusan Guru Sekolah Desa, gaji permulaan sebesar f. 7,50 per bulan. Pemerintah Hindia Belanda sendiri menetapkan penghasilan mereka minimal f. 15,- maksimal f. 20-25,- per bulan, hal itu disebabkan mereka bukanlah pegawai pemerintah.

Untuk menutupi kekurangan gaji tersebut dapat diambil dari kas desa, tetapi jika kas tidak mampu membayar dengan uang, dapat diganti dengan tanah bengkok guru desa, yaitu berupa tanah sawah atau tanah garapan dengan luas tertentu.

Normaalschool yang melahirkan guru sekolah kelas dua mendapat gaji sekitar f. 30,- sampai f. 45,- per bulan.

Sementara itu guru-guru lulusan Kweekschool yang biasanya ditempatkan sebagai Kepala Sekolah Kelas Dua, Sekolah Kelas Satu atau guru Sekolah Kelas Satu, menerima gaji sekitar f. 75,- sampai f. 150,- per bulan.

Dibandingkan dengan guru-guru Sekolah Desa, Guru Bantu Kelas Dua dan Normaalschool, lulusan Kweekschool lebih dihargai oleh pemerintah. Hal itu wajar karena kecakapan dan pendidikannya lebih tinggi ditambah dengan kemampuan dalam bahasa Belanda.

Pendapatan gaji untuk jenis guru lainnya, seperti tamatan Hogere Kweekschool (HKS) atau Hollands Inlands Kweekschool (HIK) adalah sebesar f. 70,- sampai f. 250,- per bulan, Europese Kweekschool f. 125,- per bulan, dan tamatan Hoofdacte sebesar f. 130,- per bulan.[17]

Berdasarkan pendapatan atau gaji yang diterima oleh guru-guru bumiputera dan guru-guru yang berkebangsaan Eropa, terlihat gaji guru-guru bumiputra jauh di bawah gaji guru-guru Eropa.

Seorang guru kebangsaan Eropa dapat menerima gaji di atas f. 100,- per bulan, sementara gaji yang diterima seorang guru bumiputra lulusan Kweekschool adalah f. 75,- per bulan.[18]

Perbedaan gaji tidak hanya antara guru-guru bumiputera dan guru-guru berkebangsaan Eropa, tetapi juga di antara guru-guru bumiputera terdapat perbedaan.

Sejak tahun 1878, lulusan Kweekschool menerima gaji di atas f. 75,- sampai 150,- per bulan. Guru-guru bantu Sekolah Kelas Dua mendapat gaji sekitar f. 20,- sampai f. 30,- per bulan. Jika disesuaikan dengan kenaikkan harga-harga barang kebutuhan hidup, gaji tersebut tidak mencukupi kebutuhan hidup.

Keadaan itu dijadikan dasar untuk menuntut kenaikkan gaji. Pada tahun 1914 pemerintah menaikkan gaji guru-guru bantu dan gaji guru Sekolah Kelas Dua sebesar f. 5,-, tetapi kenaikkan tersebut belum cukup memuaskan mereka.

Catatan: Sekolah-sekolah guru pada masa kolonial adalah:
  • Normaalschool, yaitu sekolah guru dengan lama pendidikan 4 tahun dan menerima lulusan dari sekolah Vervolg atau Sekolah Kelas II.
  • Hogere Kweekschool (HKS) yaitu sekolah guru dengan lama belajar 3 tahun
  • Hollands Inlandsche Kweekschool (HIK) untuk menggantikan HKS dengan lama pendidikan 6 tahun
  • Hollands Chinese Kweekschool (HCK) yaitu sekolah guru Cina yang sederajat dengan HIK
  • Kursus Hoofdakte.
Sumber: Guru Pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda


Gaji Guru Pada Masa Hindia Belanda

Branding Perusahaan

Pengertian branding perusahaan adalah sebuah usaha komunikasi yang disusun dan direncanakan dengan baik oleh perusahaan untuk membangun dan membesarkan brand (merek).

Branding Perusahaan


Branding dianggap sebagai aset perusahaan yang paling berharga dan salah satu hal penting dalam sebuah bisnis karena tidak dapat dibangun dalam jangka waktu yang singkat.

Dalam melakukan branding, peran humas perusahaan, lebih dominan dalam usaha untuk membangun dan mempertahankan reputasi, citra brand melalui komunikasi hubungan masyarakat yang baik dan bermanfaat antara perusahaan dan konsumen.

Branding bukan saja untuk masalah bagaimana produk perusahaan dipilih dan dibeli masyarakat, melainkan ke arah bagaimana konsumen dapat puas sehingga menjadi pelanggan setia dengan melihat perusahaan tersebut satu-satunya yang terbaik yang mampu memberikan solusi kepada mereka.

Unsur terpenting branding adalah kejelasan, konsisten dan konstan dalam melakukan tujuan yang sangat luas, seperti:
  • mampu menyampaikan pesan dengan jelas visi dan misi perusahaan
  • mampu membangun kredibilitas perusahaan di publik.
  • mampu menghubungkan target perusahaan dengan konsumen secara emosional
  • mampu menggerakkan atau memotivasi konsumen untuk menciptakan kesetiaan pelanggan

Ladang Bunga Matahari Jadi Tempat Wisata

Awalnya Saputra tidak pernah menyangka bahwa bunga matahari yang ditanam di lahan pertaniannya menjadi daya tarik sebagai tempat wisata oleh banyak orang terutama kaum remaja. Saputra hanya menanam bibit bunga matahari dan berharap penghasilan dari biji bunga matahari yang dijadikan camilan kuaci ketika panen.

Ladang Bunga Matahari (image: https://radarmadura.jawapos.com)
Penanaman bibit bunga matahari di lahan seluas sekitar 20x50 meter di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan itupun awalnya hanya mengikuti saran dari petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) setelah ladang pohon pisang yang ditanam banyak yang mati.

Setelah dua bulan merawat bunga matahari bersama rekannya, saat mulai bunga mulai bermekaran, terjadi pemandangan yang mengagumkan di areal ladang. Keindahan bunga matahari yang mekar diabadikan oleh masyarakat serta diunggah ke media sosial.

Foto-foto yang tersebar di medsos direspons baik oleh netizen dan pada akhirnya, banyak yang berkunjung melihat langsung keindahan bunga matahari. Saputra tidak menyangka akan menjadi spot wisata.

Menurut Azhar Arifin, 20, pengunjung asal Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep, yang dikutip dari laman radarmadura.jawapos.com, mengatakan bahwa kebun bunga matahari tersebut termasuk salah satu spot wisata yang langka. Dia berharap pemerintah harus berperan dalam proses pengembangan.

"Sangat cocok untuk anak muda. Warna kuning yang khas juga menjadi daya tarik kaum milenial. Meskipun orang tua juga bisa berswafoto di area kebun," katanya.

Kepala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifuddin mengaku senang jika masyarakat ingin bekerja sama untuk pengembangan tempat wisata. Nanti bisa langsung dengan disparbud atau melalui badan usaha milik desa (BUMDes).

"Kami menyambut baik jika pemilik lahan mau berkoordinasi dengan pemerintah," katanya.

Menurut dia, perlu tambahan wahana baru yang belum dibangun di tempat wisata lain. Tujuannya, agar pengunjung tidak bosan.

"Harus ada ciri khas di tempat wisata itu", lanjut Achmad Sjaifuddin.

Saputra pun berniat untuk memperluas kebun bunga matahari miliknya. Selain itu, akan ditambah wahana-wahana baru untuk menarik minat pengunjung. Rencananya, akan diperluas dan ditambah dengan kolam renang.


Ladang Bunga Matahari Jadi Tempat Wisata

Perpustakaan Desa di Pamekasan Banyak Yang Mati Suri

Data Perpustakaan Daerah (Perpusda) Perpusda Pamekasan, desa yang sudah memiliki perpusdes 88 desa. Namun, yang berjalan dan dimanfaatkan masyarakat baru 15 perpusdes. Sementara 73 perpusdes di antaranya belum aktif atau mati suri.

Perpustakaan Desa
Realisasi perpustakaan desa (perpusdes) di Pamekasan belum berjalan maksimal. Perpusdes yang sudah dibangun kurang dimanfaatkan masyarakat.

Perpustakaan Desa Mati Suri


Pustakawan Perpusda Pamekasan Kusairi mengatakan, untuk membangun perpusdes membutuhkan komitmen dari pemerintah desa (pemdes). Jika tidak, akan berpengaruh terhadap pekembangan perpusdes.

Ada beberapa faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan perpusdes. Di antaranya kurangnya dukungan dari pemerintah desa. Seperti penyediaan ruangan, sarana prasana, dan sumber daya manusia (SDM).

”Di antara perpusdes yang aktif, komitmennya sangat luar biasa. Kades mengunakan dana desa dan ADD untuk mengembangkan perpusdes,” kata dia Jumat (7/12).

Kusairi menyampaikan, dari 15 perpusdes yang aktif itu, tidak hanya melayani peminjaman buku. Kades juga memanfaatkan perpusdes untuk berkolaborasi dengan kegiatan lain. Misalnya pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK), Palang Merah Indonesia (PMI), dan posyandu.

”Seperti yang dilakukan perpusdes di Desa Pademawu Timur. Setiap ada posyandu, petugas perpusdes membawa buku ke lokasi posyandu. Jadi, ibu-ibu yang menunggu giliran bisa membaca,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Pamekasan Budi Ashari terus mendorong perpusdes agar terus berkembang. Pihaknya tidak menyerah untuk menghidupkan perpusdes yang belum dirasakan masyarakat.

”Bimbingan tetap teman-teman lakukan. Kami tetap memberikan pembinaan ke setiap perpusdes keliling,” klaimnya.

Sumber: https://radarmadura.jawapos.com/read/2018/12/08/107520/puluhan-perpustakaan-desa-mati-suri


Perpustakaan Desa Banyak Yang Mati Suri

Pembangunan Kamar Mandi / WC SDN Potoan Laok 1

Meskipun SDN Potoan Laok 1 Palenggaan Pamekasan merupakan SD inti dan berada di pinggir jalan raya, namun belum memenuhi standar mutu pendidikan terutama untuk standar sarana dan prasarana, dimana sekolah belum memiliki KM/WC (Kamar Mandi / WC) untuk guru dan siswa yang layak.

Akhirnya, setelah mengajukan permohonan, bantuan DAK untuk pembangunan KM/WC didapat dan mulai dikerjakan sekitar Agustus 2018.

Pengerjaan awal dimulai dengan pengukuran dan penggalian pondasi di lokasi yang berdekatan dengan Perpustakaan sesuai dengan petunjuk teknis.

pengerjaan awal KM/WC

pondasi KM/WC SDN POTOAN LAOK 1

Pembangunan fisik Kamar Mandi / WC SDN Potoan Laok 1

Pembangunan fisik Kamar Mandi / WC SDN Potoan Laok 1


Pembangunan fisik Kamar Mandi / WC


Pembangunan fisik Kamar Mandi / WC SDN Potoan Laok 1

Hasil akhir pengerjaan pembangunan fisik Kamar Mandi / WC SDN Potoan Laok 1

Hasil akhir pengerjaan pembangunan fisik Kamar Mandi / WC

Hasil akhir pengerjaan pembangunan fisik Kamar Mandi / WC SDN Potoan Laok 1

Peninjauan dan pemeriksaan hasil akhir oleh Dinas terkait.

Peninjauan dan pemeriksaan hasil akhir oleh Dinas terkait.





Jenis Sekolah Dasar

Pengertian Sekolah dasar adalah satuan pendidikan dasar yang menyelenggarakan pendidikan selama enam tahun yang bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar pada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah.

Jenis Sekolah Dasar
Jenis Sekolah Dasar Konvensional

Jenis Sekolah Dasar


Ada beberapa macam jenis sekolah dasar (SD) yang ada di Indonesia, baik itu yang diselenggarakan oleh pemerintah (negeri) maupun swasta. Beberapa jenis dan pengertian sekolah dasar adalah sebagai berikut.

1.  Sekolah Dasar (SD) Konvensional

SD Konvensional adalah sekolah dasar biasa, yang menyelenggarakan pendidikan enam tahun, terdiri atas enam kelas dengan enam orang guru kelas, satu guru mata pelajaran Pendidikan Agama, satu orang guru mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, satu orang kepala sekolah dan satu orang pesuruh.

2. Sekolah Dasar (SD) Percobaan

SD Percobaan adalah sekolah dasar konvensional yang menyelenggarakan pendidikan enam tahun. Hanya saja, SD percobaan ini diberi kewenangan untuk melakukan percobaan-percobaan tertentu dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar.

3. Sekolah Dasar (SD) Inti

SD inti adalah sekolah dasar konvensional yang menyelenggarakan pendidikan enam tahun, terdiri atas enam kelas dengan enam orang guru kelas, satu guru mata pelajaran Pendidikan Agama, satu orang guru mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, satu orang kepala sekolah dan satu orang pesuruh. SD inti ini dilengkapi dengan satu ruang kelompok kerja guru (KKG), satu ruang perpustakaan sekolah, dan satu ruang serbaguna.

4. Sekolah Dasar (SD) Kecil atau SD Inpres

SD Kecil atau SD Inpres awalnya adalah sekolah dasar yang pada umumnya terdapat di daerah terpencil dengan sistem pendidikan yang berbeda dengan SD konvensional. Proses belajar mengajar diselenggarakan dengan menggunakan modul, penggabungan kelas dan tutor sebaya.

5. Sekolah Dasar (SD) Satu Guru

SD Satu Guru adalah sekolah dasar yang pada umumnya terdapat di daerah terpencil. Proses belajar mengajar diselenggarakan dengan menggunakan modul, penggabungan kelas dan tutor sebaya.

6. Sekolah Dasar (SD) Pamong

SD Pamong adalah lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat, orang tua, dan guru untuk memberikan pelayanan pendidikan bagi anak putus sekolah dasar atau anak lain yang karena satu dan lain hal. Tidak dapat datang secara teratur belajar di sekolah

7. Sekolah Dasar (SD) Terpadu

SD Terpadu adalah sekolah dasar yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak normal dan penyandang cacat dan normal secara bersama-sama dengan menggunakan kurikulum sekolah dasar konvensional.

Ini adalah Jenis Sekolah Luar Biasa (SLB) yang perlu diketahui juga.


Jenis Sekolah Dasar

Lagu Terima Kasihku (Guru)

Lagu Terima Kasihku ciptaan Sri Widodo ini sering dijadikan lagu pada saat perpisahan sekolah, perpisahan guru karena lirik lagunya yang penuh makna mendalam.

Berikut Lirik lagu Terima Kasihku (Guruku).


Terima Kasihku

ciptaan Sri Widodo


Terima Kasihku Ku Ucapkan

Pada Guruku Yang Tulus

Ilmu Yang Berguna Slalu Di Limpahkan

Untuk Bekalku Nanti

Setiap Hariku Di Bimbingnya

Agar Tumbuhlah Bakatku

Kan Ku Ingat Slalu Nasihat Guruku

Trima Kasihku ucapkan

Populer

Kategori

Artikel Baru

Rekomendasi Blog